Presiden RI : dengan SPAN “jangan sampai 1(satu) rupiahpun lolos dari pantauan"

Jakarta, perbendaharaan.go.id – saat ini informasi mengenai pergerakan belanja pemerintah, pencapaiaan program serta pelaksanaa kegiatan dapat termonitor secara real time melalui sistem informasi yang terotomasi.

 

SPAN ISTANA

Informasi yang lebih transparan, detil dan realtime dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pengelolaan APBN lingkup nasional maupun pada masing-masing Kementerian / Lembaga (K/L). Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) sebagai Cash Management System telah diluncurkan oleh Presiden RI di Istana Negara (29/04) pada acara Pencanangan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 dan Peluncuran SPAN. “jangan sampai 1(satu) rupiah pun lolos dari pantauan sistem” kata Presiden Republik Indonesia , Joko Widodo.

SPAN merupakan milestone transformasi pengelolaan keuangan negara dan terobosan Kementerian Keuangan guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara untuk mendukung penggunaan anggaran yang lebih baik. “SPAN dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan perbendaharaan negara” Kata Menteri Keuangan , Bambang P.S. Brodjonegoro.

Didalam SPAN dipersiapkan tools bagi para Menteri dan Ketua Lembaga untuk memonitor pelaksanaan anggaran di masing-masing K/L melalui online monitoring SPAN yang berbasis web dan mobile device sehingga para menteri dan ketua lembaga dapat memantau pelaksanaan anggaran pada lingkup unit kerjanya secara real time.

Pembangunan sistem terotomasi yang terus dilakukan oleh pemerintah menjadikan governance yang lebih baik. “persepsi investor dan persepsi negara lain akan lebih baik apabila sistem terus kita perbaiki” kata Joko Widodo. Pelaksanaan SPAN dipusat menjadi awal pelaksanaan sistem serupa pada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota.

Pin It

Cetak Email