Dirjen Perbendaharaan Beri Kuliah Umum di Unlam

Banjarmasin, djpbn.kemenkeu.go.id - Di hari kedua kunjungan kerjanya di Banjarmasin, Dirjen Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono berkesempatan memberikan kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat, Rabu (9/9).

 

Dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dekan, Dosen dan Pembantu Rektor, Marwanto membahas isu terkini dan fungsi APBN dalam perekonomian Indonesia.


Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, DR Zakhyadi Ariffin memberikan apresiasi atas kesediaan Dirjen Perbendaharaan dan berharap para mahasiswa dapat menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.

“Di tengah-tengah kita sudah hadir Dirjen Perbendaharaan, DR Marwanto Harjowiryono. Beliau adalah salah satu pakar ekonomi di Indonesia dan pernah menduduki sejumlah jabatan-jabatan penting di Kementerian Keuangan sehingga kita akan memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman bagaimana ekonomi Indonesia ini dikelola. Dan kita harapkan dalam kuliah ini, mahasiswa menyimak dengan baik dan memberikan wawasan bagaimana perekonomian Indonesia terutama kondisi terkini yang sedang dihadapi yang terasa ada penurunan” ucap Zakhyadi.

Sebelum memulai materinya, Marwanto mengajak seluruh peserta untuk berbangga dan bersyukur menjadi orang Indonesia, sebuah bangsa yang besar yang dikaruniakan tanah yang subur. Hal ini penting untuk menumbuhkan optimisme ditengah kondisi perekonomian yang dihadapi. Dengan bahasa lugas dan mudah, Dirjen Perbendaharaan memaparkan fakta tentang perubahan paradigma pembangunan ekonomi saat ini.

“Pada awal tahun 70-an, barangkali di Banjarmasin jumlah mobil, jumlah motor, jumlah kendaraan yang ada dijalan itu bisa dihitung dengan jari. Kalau kemudian setelah 70 tahun Indonesia merdeka, apakah outputnya ada perbedaan? Kalau dulu problem-nya adalah bagaimana mendorong masyarakat berpenghasilan lebih baik sehinggga bisa beli mobil, sekarang pertanyaanya berbeda? Bagaimana mobil yang dimiliki masyarakat, itu bisa berjalan dengan lancar di jalan yang baik. Problem tetap ada tetapi isu yang berbeda” ucap Marwanto.

Dengan ciri khasnya yang tenang, Marwanto memaparkan kebijakan-kebijakan fiskal yang dilaksanakan pemerintah dalam konteks makro ekonomi. Bagaimana pemerintah mengumpulkan pendapatan negara, bagaimana membelanjakan anggaran dan bagaimana membiayai apabila terjadi defisit (how to collect income, how to spend the money dan how to fill the gap).

Masalah penyerapan anggaran juga menjadi isu yang dibahas dan menurutnya pihak yang paling gampang untuk disalahkan pada kasus ini adalah Kementerian Keuangan, karena pihak yang mengeluarkan uang adalah Kementerian Keuangan. Namun demikian, Marwanto memberikan pemahaman bahwa Kementerian Keuangan dalam mencairkan anggaran harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan agar tidak masuk ranah hukum di kemudian hari. Menurutnya, saat ini yang harus didorong adalah bagaimana pekerjaan yang telah direncanakan segera dieksekusi sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selama hampir dua jam, Dirjen Perbendaharaan memberikan kuliah umum dan sebagai pamungkas, Marwanto mengajak seluruh audiens bernyanyi bersama lagu “gebyar-gebyar”.

Pin It

Cetak Email