Ringkasan Tata Cara Pembayaran Uang Lembur dan Uang Makan Lembur PPNPN

Berdasarkan PMK 85/PMK.05/2017 tentang Tata Cara Pembayaran Uang Lembur dan Uang Makan Lembur bagi Pegawai Non-ASN, Satuan Pengamanan, Pengemudi, Petugas Kebersihan, dan Pramubhakti,  secara ringkas dapat kami sampaikan ketentuan tersebut sebagai berikut :

Pengaturan pembayaran mengatur pembayaran Uang Lembur dan Uang Makan Lembur yang dibebankan pada APBN, bagi :

1. Pegawai Non ASN, meliputi :

a. Staff Khusus/Staff Ahli Non ASN pada Kementerian/Lembaga.

b.    Komisioner/Pegawai Non ASN pada Lembaga Non Struktural.

c.    Dokter/bidan pegawai tidak tetap.

d.    Dosen/guru tidak tetap.

e.    Pegawai Non ASN Lainnya, kecuali yang bekerja pada BLU yang uang lembur dan uang makan lemburnya dibayarkan dari Pendapatan BLU

2. Satpam, Pengemudi, Petugas Kebersihan, dan Pramubhakti (tidak termasuk outsourcing dan Satpam/Pengemudi/Petugas Kebersihan/Pramubhakti pada BLU).

Syarat :

1. Untuk Pegawai Non-ASN : Pengangkatannya ditetapkan berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang.

2.  Satpam, Pengemudi, Petugas Kebersihan, dan Pramubhakti :

a.    Pengangkatannya berdasarkan perjanjian kerja/kontrak kerja.

b.    Klausul tentang pembayaran Uang Lembur dan Uang Makan Lembur tercantum dalam perjanjian kerja/kontrak.

Ketentuan Pembayaran :

1.      Mendapat Surat Perintah Kerja Lembur (SPKL) yang dibuat secara bulanan atau hari-hari tertentu. (format SPKL dapat diunduh disini).

2.      Melakukan kerja lembur paling sedikit 1 jam penuh.

3.      Dibayarkan dalam batas pagu anggaran yang tersedia dalam DIPA.

4.      Dibayarkan dengan mekanisme SPM LS ke rekening pegawai atau melalui Bendahara Pengeluaran.

5.      Permintaan Uang Lembur dan Uang Makan Lembur dapat dimintaan beberapa bulan sekaligus.

6.      Potongan PPh mengikuti ketentuan perundang-undangan di bidang perpajakan.

7.      Besaran Uang Lembur sesuai PMK yang mengatur tentang SBM (PMK No-78/PMK.02/2017 unduh disini).

8.      Pelaksanaan lembur pada hari libur kerja dapat diberikan sebesar 200% dari besaran uang lembur pada PMK tentang SBM.

9.      Uang makan lembur dibayarkan untuk pelaksanaan lembur paling sedikit 2 jam berturut-turut dan diberikan maksimal 1 kali per hari.

10.   Uang Lembur dan Uang Makan Lembur dibayarkan sebulan sekali, paling cepat awal bulan berikutnya.

11.   Khusus Uang Lembur dan Uang Makan Lembur bulan Desember dibayarkan pada bulan berkenaan mengikuti ketentuan tentang langkah-langkah akhir tahun anggaran.

Lampiran SPP LS Uang Lembur dan Uang Makan Lembur :

1.      Daftar Pembayaran (format daftar pembayaran dapat diunduh disini).

2.      SPKL

3.      Daftar hadir kerja selama 1 bulan.

4.      Daftar hadir lembur.

5.      Daftar Nominatif, untuk yang lebih dari 1 penerima.

6.      SSP PPh.

SPM LS Uang Lembur dan Uang Makan Lembur dibuat 2 rangkap, dilampiri :

1.      ADK.

2.      SSP PPh.

3.      Daftar Nominatif, untuk yang lebih dari 1 penerima.

Kekurangan Uang Lembur dan Uang Makan Lembur

1.  Dalam hal terdapat perubahan tarif lembur dan uang makan lembur pada PMK tentang SBM, dapat diajukan kekurangan Uang Lembur dan Uang Makan lembur bulan-bulan sebelumnya.

2.      Dapat dibayarkan dalam batas pagu anggaran yang tersedia dalam DIPA.

3.      Lampiran SPP Kekurangan Uang Lembur dan Uang Makan Lembur :

a.    Daftar Kekurangan Pembayaran (format daftar kekurangan pembayaran dapat diunduh disini).

b.    SPKL

c.    Daftar Hadir Lembur.

d.    Daftar Nominatif, untuk yang lebih dari 1 penerima.

e.    SSP PPh.

4.      SPM LS Uang Lembur dan Uang Makan Lembur dibuat 2 rangkap dan dilampiri :

a.  ADK.

b.  SSP PPh.

          c.  Daftar Nominatif, untuk yang lebih dari 1 penerima.

 

Pin It

Cetak Email